Introduction#
History#
Rubik 2x2 (atau biasa disebut juga Mini Cube/Pocket Cube) adalah versi yang lebih sederhana dari Rubik 3x3. Rubik ini sebetulnya ditemukan 4 tahun lebih dahulu dari Rubik 3x3, tepatnya di tahun 1970 oleh Larry D. Nichols. Dia menyebut Rubiknya dengan istilah “Twist Cube”.1

Fun Facts#
Oleh karena layout-nya yang lebih sederhana, Rubik 2x2 ini memiliki jumlah permutasi yang juga lebih rendah, yaitu 3,674,160 kemungkinan permutasi. Pemegang rekor dunia Rubik 2x2 adalah Ziu Ye dari China yang mampu menyelesaikan Rubik ini dalam waktu 0.39 detik.1
Getting Acquainted#
Notes: Untuk yang sudah familiar, bagian ini boleh di-skip ke #steps
Sebelum kita masuk ke algoritma, rumus, atau langkah-langkah penyelesaiannya, kita perlu mengetahui terlebih dahulu setidaknya 3 hal mendasar:
- Warna-warna sisi Rubik.
- Komponen-komponen Rubik.
- Cara memegang Rubik dan Notasinya.
Pre-Algorithm#
Color Patterns#
Untuk pemula, mengetahui warna pada setiap sisi Rubik sangat penting karena nanti akan berpengaruh pada “kebiasaan” kita ketika menyelesaikan puzzle Rubik 3x3 ini. Dengan mengetahui pola warna yang ada di Rubik, kita jadi tahu “warna-lawan” dari suatu warna di satu sisi Rubik. Misalnya, warna kuning umumnya “berpasangan” dengan warna putih.
Rubik 2x2x2, sebagaimana kubus pada umumnya, memiliki total 6 sisi yang saling “berpasangan”. Sisi depan-sisi belakang, sisi kanan-sisi kiri, dan sisi atas-sisi bawah. Oleh karena itu, berikut adalah susunan warna Rubik pada setiap sisi dan pasangannya:
- Putih - Kuning
- Hijau - Biru
- Merah - Oranye
Components#
Berbeda dengan rubik 3x3, rubik 2x2 tidak memiliki “center” dan “edge” dan hanya memiliki “corner” berjumlah 8:
- Corner “kuning-hijau-oranye”.
- Corner “kuning-oraye-biru”.
- Corner “kuning-biru-merah”.
- Corner “kuning-merah-hijau”.
- Corner “putih-hijau-oranye”.
- Corner “putih-oraye-biru”.
- Corner “putih-biru-merah”.
- Corner “putih-merah-hijau”.

Holding & Notation#
1. Holding#
Tentang holding atau “cara memegang Rubik” (ini istilah saya sendiri sih, 😅), kita juga perlu tahu, supaya ketika nanti menyelesaikan Rubik tidak pusing sendiri.
Caranya, kita bisa memegang Rubik dengan normal dan menentukan satu dari empat warna yang umum untuk berada di depan menghadap kita, yaitu merah, oranye, biru, dan hijau. Sisanya, yaitu putih dan kuning adalah sisi yang akan menghadap ke bawah dan/atau ke atas.
2. Notation#
Untuk menyelesaikan rubik 2x2 ini dengan metode yang paling sederhana, kita hanya perlu mengenal 6 notasi saja.
Jika sudah pernah tahu notasi rubik 3x3, maka notasi ini sebetulnya sama saja, tapi dalam versi lebih ringkas.
| Notasi / Deskripsi | Notasi / Deskripsi |
|---|---|
| R (Putar kanan searah jarum jam) | R’ (Putar kanan melawan jarum jam) |
![]() | ![]() |
| L (Putar kiri searah jarum jam) | L’ (Putar kiri melawan jarum jam) |
![]() | ![]() |
| U (Putar atas searah jarum jam) | U’ (Putar atas melawan jarum jam) |
![]() | ![]() |
Algorithm#
Algoritma dalam konteks rubik artinya adalah sejumlah urutan langkah yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan rubik atau dapat juga digunakan untuk membentuk pola tertentu.2 Mudahnya, algoritma itu adalah susunan notasi untuk menyelesaikan atau membuat pola tertentu di rubik.
Satu-satunya algoritma yang perlu diingat untuk menyelesaikan Rubik 2x2 ini yaitu:
R U R' U'Steps#
Sekarang, kita masuk ke tahap penyelesaian (solving).
Hanya ada 2 langkah utama untuk bisa menyelesaikan rubik 2x2 ini:
1. Menyelesaikan layer dasar
- Mencari warna lantai dasar terbanyak yang tersusun.
- Menyelesaikan sisanya.
2. Menyelesaikan layer akhir
- Mencari 1 atau 4 corner yang sudah matching.
- Menyelesaikan sisanya.
Kita akan bahas lebih detail di bagian berikutnya.
1. Solving 1st Layer#
- Mencari warna lantai dasar terbanyak yang tersusun.#
Langkah paling awal adalah mencari warna lantai dasar (misalnya putih) berjumlah minimal 2, yang sudah tersusun dengan benar. Misalnya, seperti ini:

Tapi, akan lebih mudah jika warna yang tersusun adalah warna yang langsung bersebelahan (lihat gambar di sebelah kiri), sehingga kita tidak perlu mengira-ngira warna yang berada di antara kedua corner yang sudah tersusun tersebut. Tujuan pencarian minimal dua lantai dasar sudah tersusun ini adalah agar proses solving lantai 1 kita menjadi lebih cepat.
Tapi, jika tidak ada dua warna lantai dasar seperti salah satu dari dua situasi di atas, maka tidak apa-apa. Kita hanya perlu mencari satu warna lantai dasar pilihan kita.
- Menyelesaikan sisanya.#
Sekarang, kita akan menyelesaikan sisa corner untuk lantai dasar yang belum terpasang dengan benar. Caranya:
- Letakkan warna lantai dasar yang sudah kita pilih agar menghadap ke bawah.
- Cari warna corner yang sama dengan warna lantai dasar.
- Pastikan mereka berada di lantai 2.
- Jika ada yang di lantai 1, kita bisa mengeluarkannya ke lt.2 terlebih dahulu.
- Untuk memasukkan corner ke dalam posisi yang benar, algoritmanya:
R U R' U'Kita bisa ulangi algoritma tersebut beberapa kali hingga corner tersebut masuk ke lokasinya dengan benar.
Contoh:
- Saya memilih warna putih sebagai warna lantai dasar.
- Saya ingin memasukkan corner dengan kombinasi warna “putih-oranye-biru” ke posisinya.
Lakukan hal yang sama ke corner-corner sisanya.
Note: Jika ada corner yang berada di lantai 1, tapi lokasinya salah, maka kita harus mengeluarkannya agar dia berada di lantai 2. Algoritmanya:
- Jika di kanan.
R U R'- Jika di kiri.
L' U LContoh:
- Saya akan mengeluarkan corner dengan kombinasi warna “putih-merah-biru” dari lantai 1 ke lantai 2 (dengan algoritma “kanan”):
Seperti terlihat, corner “putih-merah-biru” sudah berada di lantai 2.
2. Solving 2nd Layer#
Sekarang, kita akan menyelesaikan layer 2.
Langkah-langkahnya:
- Mencari 1 atau 4 corner yang sudah matching.#
Kita perlu mencari 1 atau 4 corner yang sudah matching. Maksudnya, corner tersebut sudah berada di posisi yang benar, walaupun susunan warnanya belum tepat.
Perhatikan contoh di bawah ini.
Corner “kuning-merah-hijau” adalah 1 corner yang sudah matching karena sudah berada di posisi yang seharusnya (dan beruntung juga karena selain matching lokasinya, susunan warnanya juga sudah sesuai). Sementara, ketiga corner lainnya tidak matching karena tidak berada di lokasi yang benar.
Note:
Ingat! Pastikan hanya 1 atau 4 corner berada di lokasi yang benar, bukan 2 corner. Jika kalian menemukan 2 corner, kalian bisa mencoba memutar-mutar layer tersebut hingga memenuhi persyaratan di atas. Tapi, jika memang tidak ada sama sekali corner yang berada di lokasi yang benar, maka kalian bisa gunakan algoritma di bawah dimanapun (bebas).
Jika sudah menemukan 1 corner dengan lokasi yang benar, letakkan corner tersebut di bagian depan kita, sebelah kanan, kemudian gunakan algoritma berikut beberapa kali (1-3 kali) sehingga semua corner berada di lokasi yang benar:
U R U' L' U R' U' L Seperti terlihat, keempat corner sudah berada di lokasi yang benar.
- Menyelesaikan sisanya.#
Jika keempat corner sudah berada di lokasi yang benar, langkah berikutnya adalah meletakkan warna lantai dasar tersebut sebagai warna atap dengan memutar rubik. Jadi, sekarang, layer 1 menjadi layer 2.

Tahap terakhirnya adalah menyelaraskan semua warna-warna corner itu.
Caranya:
- Pastikan corner yang warnanya sudah sesuai diposisikan di sebelah kiri.
- Lakukan algoritma berikut untuk corner dengan warna yang masih salah.
R U R' U'- Ulangi beberapa kali hingga warna corner-nya tersusun dengan benar.
- Setelah warna corner tersusun dengan benar, putar layer 1 untuk mengganti corner dengan warna yang masih salah.
Contoh:
- Perhatikan, saya di sini memiliki 2 corner dengan warna yang sudah sesuai (kuning-hijau-oranye) dan (kuning-oranye-biru).
- Saya akan memperbaiki posisi warna 2 corner lainnya.
Selesai!!
Semoga bermanfaat!
Boleh tinggalkan komentar kalau ada yang ingin ditanyakan ya!







