What are you, GRUB?#
GRUB (Grand Unified Bootloader) pada dasarnya adalah sebuah bootloader.1 Bootloader adalah sebuah program atau software kecil yang akan dijalankan ketika komputer kita dihidupkan. Program tersebut bertanggung jawab untuk memulai kernel dari sistem operasi kita. Sederhananya, GRUB adalah program pertama yang muncul untuk menampilkan daftar sistem operasi yang dapat kita pilih.2 Oleh karena itu, GRUB sangat penting, sebab, tanpa GRUB, kita tidak bisa me-load sistem operasi.
Saat artikel ini dibuat, GRUB yang terpasang di ArchLinux saya adalah GRUB versi 2. Ini adalah versi terbaru GRUB. Untuk mengecek versi GRUB di sistem operasi linux kita, gunakan perintah:
grub-install --versionSebagai gambaran, berikut adalah default GRUB archlinux:

Note: Jika ada sistem operasi lain yang ter-install, maka juga akan muncul di menu GRUB ini.
Nah, di artikel ini, saya akan berbagi 3 hal yang dapat kita lakukan pada bagian konfigurasi GRUB di ArchLinux, yaitu mengganti tema, mengubah timeout, dan menampilkan sistem sistem operasi lain.
Sebelum mulai, kita hanya perlu tahu satu hal, yaitu bahwa kita hanya akan “mengutak-atik” satu file konfigurasi saja untuk melakukan ketiganya di:
/etc/default/grub1. GRUB’s Theme#
Tema default GRUB ArchLinux adalah seperti screenshot yang saya bagikan sebelumnya. Berlatar belakang warna hitam polos dengan kotak putih yang ada di dalamnya. Kita dapat mengganti tampilan tema GRUB tersebut dengan cara:
- Cari tema yang ingin kita pasang di Internet.
- Download & extract file tema-nya ke direktori
/usr/share/grub/themes. - Edit file konfigurasi GRUB, uncomment serta isi parameter “GRUB_THEME” dengan file
theme.txtyang terdapat di direktori/usr/share/grub/themes/nama-tema/sebelumnya.
Kemudian, jalankan perintah berikut untuk men-generate ulang file konfigurasi GRUB-nya.
sudo grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfgBerikut adalah tema GRUB yang berhasil saya pasang di VM (Virtual Machine) ArchLinux saya:

Maklum, tampilan tidak bagus karena ArchLinux dijalankan di VM.
2. Timeout#
Selain mengganti tema, kita juga bisa mengkonfigurasi durasi timeout-nya. Secara default, timeout tampilan GRUB di ArchLinux adalah 5 detik. Jika kita ingin mempercepat atau memperlambatnya, caranya:
- Edit file konfigurasi GRUB dan ganti parameter “GRUB_TIMEOUT” dengan jumlah detik yang kita inginkan.
Kemudian, jalankan perintah berikut untuk men-generate ulang file konfigurasi GRUB-nya.
sudo grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfgPerhatikan di bagian bawah, timeout GRUB di ArchLinux saya sudah diganti ke 20 detik:

3. OS-Prober#
OS-Prober adalah salah satu parameter yang dapat kita aktifkan agar sistem operasi linux kita (dalam konteks saya sekarang adalah ArchLinux) dapat mendeteksi dan menampilkan sistem operasi lain (misalya Windows) yang juga ter-install di komputer kita. Secara default, parameter ini dinon-aktifkan. Oleh karena itu, jika kita ingin mengaktifkan fitur ini, caranya:
- Edit file konfigurasi GRUB, uncomment, dan ganti parameter “GRUB_DISABLE_OS_PROBER” dengan
true.
Kemudian, jalankan perintah berikut untuk men-generate ulang file konfigurasi GRUB-nya.
sudo grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfgSetelah me-restart komputer, kita akan melihat sistem operasi lain tersebut di menu GRUB.
Saya tidak bisa menampilkannya di sini karena satu dan lain hal. Harap maklum. 🙏
Demikian.
Semoga bermanfaat.
Terima kasih…

